Kajian : Sholat Malam

24 February 2012 at 9:31 am Leave a comment

Mengisi malam dengan sholat itu adalah salah satu keutamaan dalam menjalankan sunnah Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam.
Demikian, kata pembuka ustadz H.Hasan Gafar pada salahsatu kegiatan rutin kajian islam di Pontianak.

Sholat malam yang biasa hanya kita kenal dilakukan pada bulan ramadhan (kita sebut sebagai sholat tarawih), sangat dianjurkan /sunnah mu’akkad untuk dilakukan setiap harinya bahkan diluar ramadhan. Cara dan bilangannya seperti yang kita lihat di masyarakat memang beragam.

Selanjutnya ustadz menyampaikan dasar atau perintah, serta keutamaan mendirikan sholat malam, yakni yang termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al Isra’ (17) ayat ke-79, yang berbunyi :

serta hadist dari Abu Hurairah yang berbunyi : Dari Abu Hurairah : “Tatkala Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam ditanya apakah shalat yang lebih utama selain shalat wajib lima waktu, jawab beliau: shalat di tengah malam.”

Tanya Jawab

Panjanglebar ustadz menyampaikan kajian dengan penuh keakraban, bak ayah menasehati anaknya, ditambah dengan beberapa tanyajawab, diantaranya perihal :
– Tanya (H.Tarmin) : Bagaimana melaksanakan sholat jamak takhir sholat dzuhur dan ashar, ketika di suatu tempat kita tiba dimana sedang didirikan sholat ashar berjamaah?
– Jawab : Kita ikut berjamaah dengan niat sholat dzuhur dulu, baru setelah salam kita kerjakan lagi sholat asharnya. Demikian pula jika hendak melaksanakannya dengan di qasar, dzuhur dulu baru ashar dengan tetap mengikuti imam.
– Tanya (lanjut) : Apakah kita diharuskan berwudhu’ lagi setelah mandi besar?
– Jawab : Pada dasarnya mandi besar adalah mandi untuk menghilangkan hadast kecil, maka sudah dengan sendirinyalah jika kita mandi besar hadist kecil pun akan hilang juga. Namun tidak mengapa jika memang hendak berwudhu’ lagi.
– Tanya (H.Sabarman) : Bagaimana tatacara mandi besar itu, apakah sebelumnya kita berwudhu’ dulu ?
– Jawab : Ya, kita berwudhu’ dulu. Seperti yang disampaikan (red: bahwa Pak Sabarman menyampaikan tatacara membersihkan najis sebelum mandi besar berdasarkan ajaran guru Pak Mubarok : mencuci tangan dan segala bekas najis, kemudian membasahkan kepala/ubun-ubun dengan tangan dan memasukan air ke sela-sela rambut dengan memakai jari-jari tangan baru kemudian mengguyurkan air keseluruh badan) itu adalah sudah benar.

Titipan Berkas Kajian

Sebelum pulang ustadz H.Hasan Gafar menitipkan berkas kajian untuk dapat diperbanyak dan disebarkan, dan Alhmadulillah bisa diambil disini

Entry filed under: Artikel Islam, Pojok Iman. Tags: , , , .

Jamaah Masjid Al-Huda Bukit Batu Singkawang Padati Tausiyah Ustadz Anton Medan Peluang (lagi) dibangunkan-NYA rumah di surga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Penulis di Blog-ku

Twitt saye…

Komentar Pengunjungku

Arsip Tulisan

Kalender

February 2012
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

RSS Infokom

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 145,483 hits

Web Hosting Gratis

Free Website Hosting

%d bloggers like this: