“Gondang”, tutut atau keong sawah Sambas

20 September 2010 at 11:29 am 1 comment

Anda pasti kenal dengan tutut atau keong sawah. Yah,…keong ini memang menjadi momok bagi petani padi ketika musin tanam tiba. Keong ini menjadi gulma karena memakan batang padi yang masih muda. Maka mungkin inilah sebab kenapa juga disebut sebagai keong racun,…bukan serial Jojo dan Sinta loh ya…

Tetapi bagi kami anak tani asal Kabupaten Sambas dan Singkawang, justru keong yang kami kenal dengan nama ‘gondang‘ ini manjadi buruan untuk dikumpulkan dan dimasak sebagai panganan. Baik untuk sekedar makan kecil atau makan besar.

Lebaran tahun ini 2010 (1431H), saya dan keluarga mudik ke kampung ( Desa Sari Makmur, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas). Nah, kami memiliki 3 buah kolam dengan ukuran lumayan besar. Salah satunya berisikan gondang ini. Tak pelak. Langsung saja istri saya mengumpulkan gondang dengan ukuran besar dan sedang. Hampir setengah dari ember sebagai wadahnya berisikan gondang.

Untuk mengolahnya, sebenarnya tidak terlalu sulit dan tidak istimewa. Gondang yang sudah dibersihkan terus dibuang sedikit dibagian belakangnya agar mudah mengeluarkan isinya kalau sudah matang nanti. Namun, jika terlihat gondang berisikan lumpur, sebaiknya direndam didalam air bersih selama semalam, agar lumpur yang ada di dalam rumah keong keluar.
Siapkan bumbunya. Cukup dengan bawang merah, bawang putih, serei, daun kunyit, sedikit garam dan bumbu penyedap. Tumis bumbunya. Setelah tercium harum aroma bumbu masukkan keong yang sudah dibersihkan dan dionseng sebentar bersama bumbu, setelah itu tambahkan dengan sedikit air. Tutup dan sambil di aduk (dibolak balik) dalam waktu tidak seberapa lama,…biasanya ditandai dengan lepasnya penutup keong, maka masakan sudah siap diangkat dan dihidangkan dalam kondisi panas.
Sedot…..dan rasakan nikmatnya yang luar biasa, khas dan istimewa di hari lebaran ini.

Selain ditumis, gondang ini juga bisa dibuat sambal goreng. Yakni gondang dengan ukuran besar. Caranya, langsung rebus sampai penutupnya lepas, kemudian keluarkan isinya dan buang kotoran gondang. Isi yang sudah dikeluarkan diiris sesuai ukuran dan silahkan di tumis dengan bumbu sambal goreng. Enak. Anak-anak aja senang. Mau mencoba? Silahkan…..salam masakan asli Indonesia.

Entry filed under: bebahase melayu sambas, GoGreen, Khazanah Budaya. Tags: , , , , .

Refleksi : MERDEKA dalam sebuah sinergi Surat buat Firman Utina, cs (berbagi kegembiraan)

1 Comment Add your own

  • 1. Andi  |  16 May 2011 at 3:53 pm

    Keong racun itu bekicot. Keong yg menjadi hama bagi petani adalah keong emas, sejenis keong gondang yg dahulu diimpor dari luar sebagai keong hias di akuarium.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Penulis di Blog-ku

Twitt saye…

Komentar Pengunjungku

Arsip Tulisan

Kalender

September 2010
M T W T F S S
« Aug   Dec »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

RSS Infokom

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 145,483 hits

Web Hosting Gratis

Free Website Hosting

%d bloggers like this: