Gas elpiji Juli naik lagi, bagaimana di daerah?

1 July 2008 at 6:41 am 2 comments

Gas Elpiji ukuran tabung 12kg menurut berita di televisi hari ini, 1 Juli 2008 naik sebesar 17% menjadi 60 ribu rupiah dari harga sebelumnya Rp 51.000,-

Istriku, kala mendengar berita ini hanya bereaksi sedikit, lho?  Ternyata gas yang sama digunakannya untuk memasak makanan kami sekeluarga selama ini ia beli jauh diatas harga kenaikan tersebut yakni Rp 130.000,- per tabung dan harga yang sedemikian sudah berlangsung sepanjang tahun ini.

Itulah kondisi di daerah perhuluan sungai Kapuas, Kota Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu, harga gas sudah lebih dulu melejit sampai lebih dari 2 kali lipat harga kenaikan per 1 Juli 2008.

Kenapa menggunakan gas? Selain mudah dan bersih, ternyata dengan tabung gas elpiji setidaknya mengurangi ketergantungan terhadap hutan, kayu maksudnya. Penggundulan hutan walaupun tidak semua untuk keperluan dapur dan lebih banyak untuk keperluan industri, lambat laun akan mempengaruhi kehidupan di alam liar hutan. Masih ingatkah anda, ketika televisi menayangkan kondisi hutan di Haiti? Jangan sampai terjadi seperti itu di tanah air ini. Cegah selagi masih banyak waktu.

Apa sih elpiji itu? Berikut Wikipedia menerangkan dalam sebuah artikelnya di http://id.wikipedia.org/wiki/Elpiji 
Elpiji, dari pelafalan singkatan bahasa Inggris; LPG (liquified petroleum gas, harafiah: “gas minyak bumi yang dicairkan”), adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana (C4H10). Elpiji juga mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya etana (C2H6) dan pentana (C5H12).

Dalam kondisi atmosfer, elpiji akan berbentuk gas. Volume elpiji dalam bentuk cair lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas untuk berat yang sama. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair dalam tabung-tabung logam bertekanan. Untuk memungkinkan terjadinya ekspansi panas (thermal expansion) dari cairan yang dikandungnya, tabung elpiji tidak diisi secara penuh, hanya sekitar 80-85% dari kapasitasnya. Rasio antara volume gas bila menguap dengan gas dalam keadaan cair bervariasi tergantung komposisi, tekanan dan temperatur, tetapi biasaya sekitar 250:1.

Tekanan di mana elpiji berbentuk cair, dinamakan tekanan uap-nya, juga bervariasi tergantung komposisi dan temperatur; sebagai contoh, dibutuhkan tekanan sekitar 220 kPa (2.2 bar) bagi butana murni pada 20 °C (68 °F) agar mencair, dan sekitar 2.2 MPa (22 bar) bagi propana murni pada 55°C (131 °F).

Menurut spesifikasinya, elpiji dibagi menjadi tiga jenis yaitu elpiji campuran, elpiji propana dan elpiji butana. Spesifikasi masing-masing elpiji tercantum dalam keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Nomor: 25K/36/DDJM/1990. Elpiji yang dipasarkan Pertamina adalah elpiji campuran.

Entry filed under: Umum. Tags: , , , .

Link favorite dengan gambar? kenapa tidak Minyak, sekarang diisi sebentar habis

2 Comments Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Penulis di Blog-ku

Twitt saye…

Komentar Pengunjungku

Arsip Tulisan

Kalender

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RSS Infokom

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 145,483 hits

Web Hosting Gratis

Free Website Hosting

%d bloggers like this: