Melihat lebih dekat Dayak Melapi

26 June 2008 at 4:07 pm Leave a comment

Melapi, sebuah desa di Kecamatan Putussibau Selatan (dulu Kedamin) kaya akan seni budaya khususnya seni suku dayak Taman. Berjarak tidak kurang 10 Km dari pusat kota Putussibau, Melapi menyimpan khasanah yang masih terawat rapi. Tiga buah rumah betang setidaknya dapat dijumpai disini. Melapi1, Melapi2 dan Melapi3, masing-masing terdapat sebuah rumah betang, rumah adat suku dayak yang mampu dihuni oleh tidak kurfang dari 45 kepala keluarga sekaligus.

Pada kesempatan kali kedua  Mei 2008 yang lalu (sebelumnya saya juga pernah mampir sebentar dalam rangkaian kunjungan kerja) di Desa Melapi 1 yang harus dilalui dengan menyeberangi sungai Kapuas yang sangat dalam dan arus yang sangat kuat, kami menggunakan jasa penyeberangan dengan perahu tempel -perahu yang ditempel sebuah mesin motor kecil. Uniknya, perahu ini diawaki oleh seorang perempuan, juga perahu-perahu yang lainnya, wah…emansipasi sudah sangat dikenal dan dijalani dengan baik disini.

Didalam rumah betang kami bisa melihat langsung sebahagian dari aktifitas keseharian (walau hanya dipetang hari) warga rumah betang. Seorang laki-laki muda terlihat sedang asyik menganyam bambu untuk membuat alat tangkap ikan, bubu?
Disisi lainnya terlihat ibu separoh baya sedang menyusun dan menjalin manik-manik halus untuk dirangkai menjadi sebuah baju (jenis rompi) untuk wanita. Perlu waktu kira-kira 3 bulan untuk menyelesaikannya, itu pun dilakukan hanya dikala santai, setelah aktifitas primer dipagi dan siang hari tentunya. Mengisi waktu katanya.

Kepala Desa Malapi yang saat itu sedang ada musyawarah keluarga, beberapa menit sebelum kami kembali beliau sempat  hadir dan menyampaikan terimakasih atas kunjungan wisata budaya di rumah betang ini dan disampikan bahwa Pemda Kabupaten Kapuas Hulu telah menetapkan rumah betang ini ( Desa Melapi 1)I sebagai obyek wisata. Namun kiranya masih perlu ditingkatkan sarana dan prasarana penunjang lainnya sehingga nantinya secara maksimal  dapat mengakomodir potensi-potensi budaya masyarakat Desa Malapi secara keseluruhan,” tuturnya seraya membawa kami sampai ke pintu keluar rumah betang. 

Entry filed under: Khazanah Budaya. Tags: , , .

Semalam di Kote Sambas Berpose di Rumah Betang Melapi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Penulis di Blog-ku

Twitt saye…

Komentar Pengunjungku

Arsip Tulisan

Kalender

June 2008
M T W T F S S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

RSS Infokom

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 145,483 hits

Web Hosting Gratis

Free Website Hosting

%d bloggers like this: