Wisata Pasar Beringin Singkawang
Ketika aku pulang ke Singkawang dalam kesempatan yang sangat langka minggu yang lalu, aku bersama istriku pagi-pagi sudah berangkat ke pasar tradisional kota kelahiranku, Pasar Beringin Singkawang. Masih seperti biasa, Pasar Beringin -walau terlihat semrawut, disana-sini terlihat pedagang menggelar jualannya kurang rapi- menawarkan berbagai kebutuhan sehari-hari rumah tangga, mulai sayur mayur, bumbu-bumbu, ikan-ikan segar dari laut maupun sungai, daging, ayam potong. Bahkan di kompleks pasar ini pun ada yang menjual pakaian juga emas.
Apa yang menarik jika kita ke Pasar Beringin? Teringat aku di waktu masih kecil dahulu, masih duduk di bangku SD, jika kesini aku selalu meminta kepada ibu atau kakak yang mengajakku untuk minta dibelikan es parut. Es parut adalah batang es yang sengaja di parut menggunakan ‘parutan’ tentunya sehingga es diserut menjadi halus, kemudian dengan berbagai tambahan sebagai campuran seperti kacang hijau, kacang tanah, cincau, cendol dan agar-agar ditambah air gula sebagai pemanis. Wuiiih….nikmatnya.
Itu dulu, namun kali ini aku hanya menemukan si penjualnya saja, seorang warga etnis tionghoa yang saat ini sedang berjualan cincau kaleng susu. Wajahnya masih sangat mudah ku kenali, tak banyak berubah, bahkan terkesan awet muda, karena usianya kurasa sudah melebihi angka 60. “Tak bisa bersaing dengan es modern be pak, yo yang di muke ye?” tuturnya dengan bahasa sambas logat etnis tionghoa. Sayang sampai saat ini aku tidak tau siapa namanya. Mudah-mudahan jualan cincaunya maju ya pak.
Kembali ke Pasar Beringin, kini apa yang ada dibenak pengunjung pasar jika ke sini? Setidaknya bagiku yang sudah sangat jauh dari sini. Yang paling ku cari adalah ikan teri kering, belacan sedau, udang ebi sungai, dan ikan tongkol kering. Semua akan menjadi oleh-oleh buat dibawa pulang.
Selain itu apalagi yang menarik di sini? Jangan lupa beli tahu, yang terkenal empuk dan tidak asam. Buat orang yang ingin merasakan lauk pauk kampung, peda merah dari udang halus atau disebut juga cincalok bisa menjadi pilhan juga.
Jangan lewatkan untuk ke sisi sungai, tempat pasar ikan digelar. Lihat dan belilah ikan-ikan segar yang baru dinaikkan dari perahu motor para nelayan. Sotong, udang, tongkol, kakap merah, parang-parang, bawal, tamban, celang mate, teri basah, malong, dan ikan kecil lainnya seperti kerisi.
Disisi sungai juga ebelah pasar ikan, ada kamar daging. Daging yang segar, baru dipotong subuh tadi. Wisata pasar ini sungguh menakjubkan! Dijamin kelelahan anda karena berkeliling tak terasa akan hilang meresap saat langkah-langkah kaki dan sepasang mata anda melihat ke setiap sudut Pasar Beringin ini.
Kompleks Pasar Beringin memang tidak terlalu luas, namun jenis dagangan dan bahan kebutuhan bertumpuk ruah disini, seolah cukuplah kesini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak khayal terminal induk Singkawang yang seyogyanya menjadi terminal yang bagus, karena tidak berada dekat dengan pusat kebutuhan warga Kota Singkawang dan sekitarnya, menjadi terbengkalai, tidak digunakan.
Bagaimana dengan kondisi pasar selanjutnya? Kami hanya bisa berharap, semoga ada perhatian khusus dan campur tangan pihak pemerintahan kota untuk mengembangkan pasar ini menjadi lebih baik dan modern tanpa harus menghilangkan berbagai keunikan dan kekhasan yang sudah tertanam dibenak para pengunjung, baik lokal maupun luar sana. Ayo Pemkot Singkawang, bise khan???
1 comment 29 June 2008
Hadits Hasan
Definisi
a. Secara bahasa (etimologi)
Kata Hasan (حسن) merupakan Shifah Musyabbahah dari kata al-Husn (اْلحُسْنُ) yang bermakna al-Jamâl (الجمال): kecantikan, keindahan.
b. Secara Istilah (teriminologi)
Sedangkan secara istilah, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama hadits mengingat pretensinya berada di tengah-tengah antara Shahîh dan Dla’îf. Juga, dikarenakan sebagian mereka ada yang hanya mendefinisikan salah satu dari dua bagiannya saja.
Berikut beberapa definisi para ulama hadits dan definisi terpilih:
1. Definisi al-Khaththâby : yaitu, “setiap hadits yang diketahui jalur keluarnya, dikenal para periwayatnya, ia merupakan rotasi kebanyakan hadits dan dipakai oleh kebanyakan para ulama dan mayoritas ulama fiqih.” (Ma’âlim as-Sunan:I/11)
2. Definisi at-Turmudzy : yaitu, “setiap hadits yang diriwayatkan, pada sanadnya tidak ada periwayat yang tertuduh sebagai pendusta, hadits tersebut tidak Syâdzdz (janggal/bertentangan dengan riwayat yang kuat) dan diriwayatkan lebih dari satu jalur seperti itu. Ia-lah yang menurut kami dinamakan dengan Hadîts Hasan.” (Jâmi’ at-Turmudzy beserta Syarah-nya, [Tuhfah al-Ahwadzy], kitab al-‘Ilal di akhirnya: X/519)
3. Definisi Ibn Hajar: yaitu, “Khabar al-Ahâd yang diriwayatkan oleh seorang yang ‘adil, memiliki daya ingat (hafalan), sanadnya bersambung, tidak terdapat ‘illat dan tidak Syâdzdz, maka inilah yang dinamakan Shahîh Li Dzâtih (Shahih secara independen). Jika, daya ingat (hafalan)-nya kurang , maka ia disebut Hasan Li Dzâtih (Hasan secara independen).” (an-Nukhbah dan Syarahnya: 29)
Syaikh Dr.Mahmûd ath-Thahhân mengomentari, “Menurut saya, Seakan Hadits Hasan menurut Ibn Hajar adalah hadits Shahîh yang kurang pada daya ingat/hafalan periwayatnya. Alias kurang (mantap) daya ingat/hafalannya. Ini adalah definisi yang paling baik untuk Hasan. Sedangkan definisi al-Khaththâby banyak sekali kritikan terhadapnya, sementara yang didefinisikan at-Turmudzy hanyalah definisi salah satu dari dua bagian dari hadits Hasan, yaitu Hasan Li Ghairih (Hasan karena adanya riwayat lain yang mendukungnya). Sepatutnya beliau mendefinisikan Hasan Li Dzâtih sebab Hasan Li Ghairih pada dasarnya adalah hadits lemah (Dla’îf) yang meningkat kepada posisi Hasan karena tertolong oleh banyaknya jalur-jalur periwayatannya.”
Definisi Terpilih
Definisi ini berdasarkan apa yang disampaikan oleh Ibn Hajar dalam definisinya di atas, yaitu:
“Hadits yang bersambung sanadnya, diriwayatkan oleh periwayat yang ‘adil, yang kurang daya ingat (hafalannya), dari periwayat semisalnya hingga ke jalur terakhirnya (mata rantai terakhir), tidak terdapat kejanggalan (Syudzûdz) ataupun ‘Illat di dalamnya.” ……..Hukum (more…)
Add comment 28 June 2008
Hadits Qudsiy
Definisi
Secara bahasa (Etimologis), kata القدسي dinisbahkan kepada kata القدس (suci). Artinya, hadits yang dinisbahkan kepada Dzat yang Maha suci, yaitu Allah Ta’ala.
Dan secara istilah (terminologis) definisinya adalah
ما نقل إلينا عن النبي صلى الله عليه وسلم مع إسناده إياه إلى ربه عز وجل
Sesuatu (hadits) yang dinukil kepada kita dari Nabi Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam yang disandarkan beliau kepada Rabb-nya.
Perbedaan Antara Hadîts Qudsiy Dan Al-Qur`an
Terdapat perbedaan yang banyak sekali antara keduanya, diantaranya adalah:
- Bahwa lafazh dan makna al-Qur`an berasal dari Allah Ta’ala sedangkan Hadîts Qudsiy tidak demikian, alias maknanya berasal dari Allah Ta’ala namun lafazhnya berasal dari Nabi Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam.
- Bahwa membaca al-Qur`an merupakan ibadah sedangkan Hadîts Qudsiy tidak demikian.
- Syarat validitas al-Qur’an adalah at-Tawâtur (bersifat mutawatir) sedangkan Hadîts Qudsiy tidak demikian.
Jumlah Hadîts-Hadîts Qudsiy
Dibandingkan dengan jumlah hadits-hadits Nabi, maka Hadîts Qudsiy bisa dibilang tidak banyak. Jumlahnya lebih sedikit dari 200 hadits.
Contoh
Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim di dalam kitab Shahîh-nya dari Abu Dzarr radliyallâhu ‘anhu dari Nabi Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam pada apa yang diriwayatkan beliau dari Allah Ta’ala bahwasanya Dia berfirman,
يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوْا
“Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan perbuatan zhalim atas diri-Ku dan menjadikannya diantara kamu diharamkan, maka janganlah kamu saling menzhalimi (satu sama lain).” (HR.Muslim) ………….Lafazh-lafazh (more…)
Add comment 28 June 2008
Imam Muslim
[disalin dari : Sejarah singkat para ahli hadist]
Imam Muslim dilahirkan di Naisabur pada tahun 202 H atau 817 M. Imam Muslim bernama lengkap Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al Qusyairi an Naisaburi. Naisabur, yang sekarang ini termasuk wilayah Rusia, dalam sejarah Islam kala itu termasuk dalam sebutan Maa Wara’a an Nahr, artinya daerah-daerah yang terletak di sekitar Sungai Jihun di Uzbekistan, Asia Tengah. Pada masa Dinasti Samanid, Naisabur menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan selama lebih kurang 150 tahun. Seperti halnya Baghdad di abad pertengahan, Naisabur, juga Bukhara (kota kelahiran Imam Bukhari) sebagai salah satu kota ilmu dan pusat peradaban di kawasan Asia Tengah. Di sini pula bermukim banyak ulama besar.
Perhatian dan minat Imam Muslim terhadap ilmu hadits memang luar biasa. Sejak usia dini, beliau telah berkonsentrasi mempelajari hadits. Pada tahun 218 H, beliau mulai belajar hadits, ketika usianya kurang dari lima belas tahun. Beruntung, beliau dianugerahi kelebihan berupa ketajaman berfikir dan ingatan hafalan. Ketika berusia sepuluh tahun, Imam Muslim sering datang dan berguru pada seorang ahli hadits, yaitu Imam Ad Dakhili. Setahun kemudian, beliau mulai menghafal hadits Nabi SAW, dan mulai berani mengoreksi kesalahan dari gurunya yang salah menyebutkan periwayatan hadits.
Selain kepada Ad Dakhili, Imam Muslim pun tak segan-segan bertanya kepada banyak ulama di berbagai tempat dan negara. Berpetualang menjadi aktivitas rutin bagi dirinya untuk mencari silsilah dan urutan yang benar sebuah hadits. Beliau, misalnya pergi ke Hijaz, Irak, Syam, Mesir dan negara-negara lainnya. Dalam lawatannya itu, Imam Muslim banyak bertemu dan mengunjungi ulama-ulama kenamaan untuk berguru hadits kepada mereka. Di Khurasan, beliau berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih; di Ray beliau berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu ‘Ansan. Di Irak beliau belajar hadits kepada Ahmad bin Hanbal dan Abdullah bin Maslamah; di Hijaz beliau belajar kepada Sa’id bin Mansur dan Abu Mas ‘Abuzar; di Mesir beliau berguru kepada ‘Amr bin Sawad dan Harmalah bin Yahya, dan ulama ahli hadits lainnya.
Add comment 28 June 2008
Berpose di Rumah Betang Melapi

Gambar1. Didepan pintu gerbang masuk rumah betang Melapi-1
Gambar2. Didepan satu-satunya pintu akses masuk ke rumah betang
Gambar3. Menyamak dan mempersiapkan daun pandan untuk anyaman
Gambar4. Bersama ibu yang asyik menyulam dengan manik-manik
2 comments 26 June 2008
Melihat lebih dekat Dayak Melapi
Melapi, sebuah desa di Kecamatan Putussibau Selatan (dulu Kedamin) kaya akan seni budaya khususnya seni suku dayak Taman. Berjarak tidak kurang 10 Km dari pusat kota Putussibau, Melapi menyimpan khasanah yang masih terawat rapi. Tiga buah rumah betang setidaknya dapat dijumpai disini. Melapi1, Melapi2 dan Melapi3, masing-masing terdapat sebuah rumah betang, rumah adat suku dayak yang mampu dihuni oleh tidak kurfang dari 45 kepala keluarga sekaligus.
Pada kesempatan kali kedua Mei 2008 yang lalu (sebelumnya saya juga pernah mampir sebentar dalam rangkaian kunjungan kerja) di Desa Melapi 1 yang harus dilalui dengan menyeberangi sungai Kapuas yang sangat dalam dan arus yang sangat kuat, kami menggunakan jasa penyeberangan dengan perahu tempel -perahu yang ditempel sebuah mesin motor kecil. Uniknya, perahu ini diawaki oleh seorang perempuan, juga perahu-perahu yang lainnya, wah…emansipasi sudah sangat dikenal dan dijalani dengan baik disini.
Didalam rumah betang kami bisa melihat langsung sebahagian dari aktifitas keseharian (walau hanya dipetang hari) warga rumah betang. Seorang laki-laki muda terlihat sedang asyik menganyam bambu untuk membuat alat tangkap ikan, bubu?
Disisi lainnya terlihat ibu separoh baya sedang menyusun dan menjalin manik-manik halus untuk dirangkai menjadi sebuah baju (jenis rompi) untuk wanita. Perlu waktu kira-kira 3 bulan untuk menyelesaikannya, itu pun dilakukan hanya dikala santai, setelah aktifitas primer dipagi dan siang hari tentunya. Mengisi waktu katanya.
Kepala Desa Malapi yang saat itu sedang ada musyawarah keluarga, beberapa menit sebelum kami kembali beliau sempat hadir dan menyampaikan terimakasih atas kunjungan wisata budaya di rumah betang ini dan disampikan bahwa Pemda Kabupaten Kapuas Hulu telah menetapkan rumah betang ini ( Desa Melapi 1)I sebagai obyek wisata. Namun kiranya masih perlu ditingkatkan sarana dan prasarana penunjang lainnya sehingga nantinya secara maksimal dapat mengakomodir potensi-potensi budaya masyarakat Desa Malapi secara keseluruhan,” tuturnya seraya membawa kami sampai ke pintu keluar rumah betang.
Add comment 26 June 2008
Semalam di Kote Sambas
Semari saye berkunjung ke kote Sambas, ngikute’ salah satu kegiatan launching Telkom Flexi yang dihelat di lokasi istane atwatzikhoebillah dan ‘waterfront’ di Sungai Sambas.
Saye sampai di Sambas menjelang maghrib bersame 3 urang kawan yang datang dari Sanggau dan Sintang. Saat masok ke kote Sambas udah terase banyak yang berubah dari yag dolok pernah saye saksikan, terutame hal pembangunannye yang luar biase cappat dan bangunan yang bagus-bagus. Ternyate setallah jadi ibukote Kabupaten Sambas, Kote Sambas bebannah dire’ segere menyesuaikan dengan keadaan ibukote kabupaten laingnye. Iyelah kalinye yang menjadikan perubahan kote Sambas sangat cappat dan luar biase. Ape agek, Sambas dangan motto pembangunannye ‘TERIGAS’ yang bannar-bannar terigas, gesit, enerjik kate urang yang luar sinun.
Semalam di kote Sambas mbare’ kassan yang cukup baik, sendak-ndaknye suasane kampong terase lalu, kampong maksud saye bahase yang kedangaran ditelinge saye sangat indah, merasuk terus ke angan sewaktu maseh kaccik dolok. Maklom dah hamper 15 tahon nddak suah nattap di kote-kote yang berbahasekan melayu sambas. Cume makai bahase melayu sambas dangan mak biak iye pun boleh dah dikatekan campor adok,…kadang-kadang sambas kadang malahan ndak jallas ape ke iye bahase indonesia atau bahase sambas…hehehe malu juak rasenye tok.
Oke,… perubahan laingnye,…wow sambas dah dihiase dengan adenye ‘water front’….kampong aek kali artinye ii??? bagus rase-rase dimane giye iii?…hehehe ya di sambas lah nddak ke bang…lokasinye strategis dakkat ngan istane di pertigaan mare ulakkan (ndak jaoh dari geratak sabbo’).
4 comments 26 June 2008
Memburu sinyal Flexi ke Sambas
Luar biasa, mungkin itu kata yang bisa ku lontarkan. Bayangkan demi mencari informasi sebuah layanan telekomunikasi terdepan murah dan praktis aku harus menempuh perjalanan sejauh 950 km darat non stop dengan kendaraan bus selama 28 jam.
Wuiihhh…penat capek dan 6L lainnya (red:lemah letih lelah lesu letoi dan lunglai) menyatu hendak meruntuhkan tubuhku, namun semangat ingin tahu sejauh mana sinyal flexi bisa dilacak tak membuat aku patah.
Sambas, kota keraton melayu sambas adalah destinasi yang ku tuju. Katanya disana sedang dilangsungkan launching layanan flexi sekaligus buat 6 lokasi kecamatan di kabupaten sambas, berturut-turut kecamatan Sekura, Sambas, Tebas, Pemangkat, Sebangkau dan Selakau yang telah menikmati sinyal flexi sejak 31 Mei 2008 yang lalu.
Lantas, bagaimana sambutan masyarakat ? Luar biasa, Sambas menyambut dengan sangat luar biasa … 1000 terminal sudah terjual habis yang kali ini dibranding dengan nexian 288 dan nexian 333.
Sepertinya inilah cdma pilihan, setidaknya flexi sudah lebih dulu hadir di bumi tanah melayu ini dibanding cdma lainnya .
Next, kota kabupaten terakhir yang akan dilayani untuk menutup semua wilayah Kalimantan Barat adalah Kabupaten Kapuas Hulu, tempat ku mulai perjalanan yang melelahkan ini. Semoga saja.
1 comment 21 June 2008
Virus Blue Fantasy,..virus apa ini?
Sejak sore kematrin sampai pagi ini aku dibuat pusuiiiing banget akibat serangan virus 8lu3f4nt45y (baca: blue fantasy). Sifat membuat folder yang mirip dengan folder-folder yang ada. Tidak jahat tapi membuat puyeng sekali…
Ada yang bisa ngebantu gw? ![]()
Saya coba dengan pcmav 12 nggak ngaruh, cuma bisa di detect tapi nggak ngapus. Juga pake ansav juga nggak bisa, didetect dan dihapus tapi saat restart atau booting eh..si empunya virus masih aja nongol??? Kenapa ya….. please help me… sos
Add comment 6 June 2008
Kenapa harus merokok?
Kisah pribadi ini sengaja saya tuangkan dalam blog ini walau pun sudah agak lawas kejadiannya yakni rabu 22 Maret 2006 yang lalu. Tulisan serupa juga telah dilayangkan melalui milis dan email rekan-rekan penulis.
Alkisah, saya melihat dan mengalami betapa sampah rokok dan aksesorisnya menjadi suatu barang sangat mudah dilihat hampir setiap hari di kantor tempat saya menggantungkan diri mencari nafkah. Mulanya saya ambil dan buang ke tempatnya,..tong sampah tentunya
. Ironisnya ternyata tutup tong sampah sendiri sudah berwarna hitam akibat aksi mematikan rokok yang kurang etis.
Kemudian saya mencoba lakukan pendekatan person to person dan menggali informasi seputar kenapa dan mengapa harus merokok?
Beberapa alasan yang sering saya dapatkan adalah untuk menghilangkan stres, penat dan sumpek dengan merokok beban terasa lebih mudah lepas dan hilang. Alasan lain agar lebih mudah konsentrasi, dengan merokok rasanya pekerjaan akan terasa lebih fokus dan mudah diselesaikan. Tak jarang pula beralasan iseng-iseng saja, sambil mengisi waktu yang terluang atau sambil istirahat sambil (juga, ..lagi) meneguk secangkir kopi.
Saya coba pahami dan memberikan argumen untuk mengganti alasan-alasan yang disampaikan dengan hal-hal lain misalnya rileks dan istirahat dengan minum minuman segar, duduk santai di halaman terbuka sambil membaca buku-buku dengan bobot bacaan yang ringan-ringan saja. Tetapi, agak sulit memang. Katanya mungkin sudah kecanduan ya?… Nah lho??… nyandu??
awas, hati-hati. (more…)
1 comment 4 June 2008









