Posts filed under 'Tidak terkategori'
Hati-hati Demam Berdarah (DBD) Mengancam di Sekitar Kita
Dalam beberapa minggu ini, kebetulan saya hampir setiap minggu ke RS untuk konsul saya dan keluarga,
mendapati bahwa hampir 90% pasien yang datang diindikasikan terserang DBD.
Apa itu DBD saya juga kurang tau pasti,-(menurut penulusuran di internet -http://www.koalisi.org-dikatakan bahwa DBD disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini dapat berakibat fatal bagi penderita jika terlambat ditangani. Keterlambatan penanganan penyakit ini antara lain disebabkan oleh terlambatnya deteksi DBD pada penderita. Hal ini karena gejala awal DBD pada dasarnya serupa dengan gejala infeksi akut lainnya. Menurut kriteria World Health Organization (WHO), diagnosa DBD ditentukan berdasarkan gejala klinik berupa panas tinggi, perdarahan, pembesaran hati, dan syok, serta penurunan trombosit dan peningkatan hematokrit)- yang jelas pengalaman pribadi saya doeloe sewaktu masih duduk di bangku kelas 2 SD saya pernah terserang penyakit ini (setidaknya begitulah analisa dokter kala itu),…dan memang kejadian itu sendiri adalah hari ke-tujuh dari kepulangan (ke-Rahmatullah) keponakan tersayang saya akibat DBD ini. Sebulan lamanya saya harus dirawat di rumah sakit;
seminggu di RSUD Singkawang dan sebulan di RSUD Sei Jawi (sekarang RSSA). Wuih sakit nggak karu-karuan, bahkan seperti orang yang sudah dipersiapkan da-da-da…. hehehe.
Tapi, Allah punya rencana lain,…. alhamdulillah saya bisa melewati masa kritis tersebut.
Eh,…kepanjangan curhatnya ya…sorry
Oh ya, sebagai antisipasi…(karena memang sudah mewabah) ada baiknya segera persiapkan dan banyak mengkonsumsi buah-buahan, lebih baik lagi buah jambu merah jika sulit dicari,…kebetulan saya diberikan resep oleh dokter, suplement yang mengandung komposisi sama yaitu Remufit (dalam bentuk saccet, harganya tadi di Apotik Mandiri 2 rp 10.500,- per kotak / 6 saccet)…ini baru saya coba komsumsi, mudah-mudahan memang bisa bermanfaat untuk meningkatkan ketahanan tubuh dan pengurangan pembekuan sel darah merah….
Mudah-mudahan Allah menjauhkan kita dan keluarga kita sekalian dari wabah penyakit ini dan segala penyakit yang lain. Amin.
Add comment 14 July 2009
Gerhana bulan di atas Putussibau saat subuh 17 Agustus 2008
Entah mengapa tidurku di Sabtu malam tanggal 16 Agustus 2008 yang menjadi sedikit terganggu, tidak nyenyak seperti biasanya, yang kata istriku tidur bagai orang tak bernyawa
Sebelum adzan subuh berkumandang aku sudah terbangun dan mengingat-ingat ada apa gerangan?
Sesaat kemudian barulah aku sadar dan ingat bahwa menurut berita di milis yang kubaca beberapa hari lalu mengatakan bahwa :…..adanya “Gerhana Bulan” pada tanggal 17 Agustus 2008 di wilayah kita (Indonesia), menurut hasil hisab haqiqi kota Surabaya; pada koordinat meridian 112°45′BT, dan 7° 15′ LS memastikan terjadi gerhana bulan sebagian pada hari Ahad Pahing dini hari, tanggal 17 Agustus 2008 M atau 16 Sya’ban 1428 H, selama antara 3 jam : 28 menit yaitu: dimulai jam 01.32′55″ WIB; Berakhir sampai pada pukul 05.00′55″ WIB.
Bergegas langsung aku menengok ke jendela, dan ‘subhanallah‘ betapa gerhana sedang terjadi. Kubangunkan istri dan anak-anakku untuk melihat sejenak pemandangan yang langka seperti ini. Bulan yang berada di tenggara Kota Putussibau terlihat bagai sabit sempurna, bukan huruf ‘C’ tapi kebalikannya. Awan yang melingkupi disekitarnya terkena cahaya putih, indah sekali. Sayang kamera yang ku miliki tak dapat mengabadikan momen ini.
Namun anak ku Ihsan, kok terlihat takut?? Hm…ternyata mitos gerhana telah tertanam dibenaknya, entah dari mana asalnya. Kupahamkan semampuku, bahwa ini hanya fenomena alam dan tidak ada kaitannya dengan kemunculan hantu, yang benar ini adalah tanda-tanda kebesaran Ilahi Robbi. Maka sudah sepatutnya kita melakukan perintah-perintahNya dan menjauhi segala bentuk laranganNya.
Tak lama berselang adzan subuh pun berkumandang menandakan kewajiban sholat telah tiba.
Pemandangan indah ini sudah tidak terlihat lagi ketika kami usai melaksanakan sholat subuh. Alhamdulillah, satu lagi nikmatNya yang tak ternilai telah kita nikmati, maka nikmat mana lagi yang harus kita pungkiri?
Berikut gambar gerhana hasil searchingku di internet yang kira-kira mirip dengan yang kami lihat subuh kemarin.
3 comments 18 August 2008
Kemerdekaan Bangsa Indonesia adalah atas berkat Rahmat Allah SWT
Putussibau, 17 Agustus 2008
Assalamu’alaikum warohmatulahi wabarokatuh,…
Jum’at 15 Agustus 2008 yang lalu khatib jamaah sholat jum’at di Masjid Darunnajah Putussibau menyampaikan beberapa hal yang saya petik point-pointnya sebagai berikut :
-
Kemerdekaan bangsa Indonesia 17 Agustus 1945 tak lain adalah atas berkat Rahmat Allah SWT,adaartinya ketika kita berjuang habis-habisnya jika tidak disandarkan kepada dzikrullah.
-
Bagaimana mensyukuri kemerdekaan?
Konsekuen terhadap cita-cita luhur yang hanya atas berkat RahmatNya dengan melaksanakan 17 rakaat menyembah-Nya dalam sholat.
Dan sholat juga termasuk ibadah lainnya tak lain hanyalah sebagai bentuk nyata supaya kita tetap dzikrullah, ingat akan Allah SWT. -
Kemudian melaksanakan puasa di bulan Ramadhan yang didalamnya (17 Ramadhan) telah diturunkan kitab suci Al-Quran sebagai ‘hudallinnash’ petunjuk bagi manusia.
Selamat Hari Merdeka.
Ingat MERDEKA karena Rahmat Allah SWT,…hal ini juga disampaikan oleh Ihsan Tandjung dalam tulisan di http://www.swaramuslim.com sebagai berikut (petikan)
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
Oleh Ihsan Tandjung
Tidak banyak di antara generasi muda di Indonesia yang mengetahui bahwa sebenarnya ada problem mendasar di sekitar peristiwa proklamasi Republik Indonesia. Adalah seorang tokoh sejarah bernama KH Firdaus AN yang menyingkap terjadinya pengkhianatan terhadap Islam menjelang, saat, dan setelah kemerdekaan. Menurut beliau semestinya ada sebuah koreksi sejarah yang dilakukan oleh ummat Islam. Koreksi sejarah tersebut menyangkut pembacaan teks proklamasi yang setiap tahun dibacakan dalam upacara kenegaraan.
Dalam penjelasan ensiklopedia bebas wikipedia, naskah proklamasi ditulis tahun 05 karena sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605.
Berikut isi teks proklamasi yang disusun oleh duet Soekarno-Hatta:
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

Teks tersebut merupakan hasil ketikan Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.
Proklamasi kemerdekaan itu diumumkan di rumah Bung Karno, jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada 17 Agustus 1945, hari Jum’at, bulan Ramadhan, pukul 10.00 pagi.
Kritik KH Firdaus AN terhadap teks Proklamasi di atas :
1. Teks Proklamasi seperti tersebut di atas jelas melanggar konsensus, atau kesepakatan bersama yang telah ditetapkan oleh BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 22 Juni 1945.
2. Yang ditetapkan pada 22 Juni 1945 itu ialah, bahwa teks Piagam Jakarta harus dijadikan sebagai Teks Proklamasi atau Deklarasi Kemerdekaan Indonesia.
3. Alasan atau dalih Bung Hatta seperti diceritakan dalam bukunya Sekitar Proklamasi hal. 49, bahwa pada malam tanggal 16 Agustus 1945 itu, ‘Tidak seorang di antara kami yang mempunyai teks yang resmi yang dibuat pada tanggal 22 Juni 1945, yang sekarang disebut Piagam Jakarta, ‘ tidak dapat diterima, karena telah melanggar kaidah-kaidah sejarah yang harus dijunjung tinggi. Mengapa mereka tidak mengambil teks yang resmi itu di rumah beliau di Jl. Diponegoro yang jaraknya cukup dekat, tidak sampai dua menit perjalanan? Mengapa mereka bisa ke rumah Mayjend.
Nisimura, penguasa Jepang yang telah menyerah dan menyempatkan diri untuk bicara cukup lama malam itu, tapi untuk mengambil teks Proklamasi yang resmi dan telah disiapkan sejak dua bulan sebelumnya mereka tidak mau? Sungguh tidak masuk akal jika esok pagi Proklamasi akan diumumkan, jam dua malam masih belum ada teksnya. Dan akhirnya teks itu harus dibuat terburu-buru, ditulis tangan dan penuh dengan coretan, seolah-olah Proklamasi yang amat penting bagi sejarah suatu bangsa itu dibuat terburu-buru tanpa persiapan yang matang!
4. Teks Proklamasi itu bukan hanya ditandatangani oleh 2 (dua) orang tokoh nasional (Soekarno-Hatta), tetapi harus ditanda-tangani oleh 9 (sembilan) orang tokoh seperti dicantum dalam Piagam Jakarta. Keluar dan menyimpang dari ketentuan tersebut tadi adalah manipulasi dan penyimpangan sejarah yang mestinya harus dihindari. Teks itu tidak otentik dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Deklarasi Kemerdekaan Amerika saja ditandatangani oleh lebih dari 5 (lima) orang tokoh.
5. Teks Proklamasi itu terlalu pendek, hanya terdiri dari dua alinea yang sangat ringkas dan hampa, tidak aspiratif. Ya, tidak mencerminkan aspirasi bangsa Indonesia; tidak mencerminkan cita-cita yang dianut oleh golongan terbesar bangsa ini, yakni para penganut agama Islam. Tak heran banyak pemuda yang menolak teks Proklamasi yang dipandang gegabah itu. Tak ada di dunia, teks Proklamasi atau deklarasi kemerdekaan yang tidak mencerminkan aspirasi bangsanya. Teks Proklamasi itu manipulatif dan merupakan distorsi sejarah, karena tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Dalam sejarah tak ada kata maaf, karena itu harus diluruskan kembali teks Proklamasi yang asli. Adapun teks Proklamasi yang otentik, yang telah disepakati bersama oleh BPUPKI pada 22 Juni 1945 itu sesuai dengan teks atau lafal Piagam Jakarta.
Jelasnya, teks proklamasi itu haruslah berbunyi seperti di bawah ini:
PROKLAMASI
Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan. Dan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke pintu gerbang Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka dengan ini rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Kemudian dari pada itu, untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia, yang melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan kepada ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jakarta, 22 Juni 1945
Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta, Mr. Ahmad Soebardjo, Abikusno Tjokrosujoso, A.A. Maramis, Abdul Kahar Muzakir, H. Agus Salim, KH. Wahid Hasjim, Mr. Muh Yamin.
KH Firdaus AN mengusulkan supaya dilakukan koreksi sejarah. Untuk selanjutnya, demi menghormati musyawarah BPUPKI yang telah bekerja keras mempersiapkan usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, maka semestinya pada setiap peringatan kemerdekaan RI tidak lagi dibacakan teks proklamasi ”darurat” susunan BK-Hatta. Hendaknya kembali kepada orisinalitas teks proklamasi yang otentik seperti tercantum dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945 di atas.
Benarlah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang mensinyalir bahwa dekadensi ummat terjadi secara gradual. Didahului pertama kali oleh terurainya ikatan Islam berupa simpul hukum (aspek kehidupan sosial-kenegaraan). Tanpa kecuali ini pula yang menimpa negeri ini. Semenjak sebagian founding fathers negeri ini tidak berlaku ”amanah” sejak hari pertama memproklamirkan kemerdekaan maka diikuti dengan terurainya ikatan Islam lainnya sehingga dewasa ini kita lihat begitu banyak orang bahkan terang-terangan meninggalkan kewajiban sholat. Mereka telah mencoret kata-kata ”syariat Islam” dari teks proklamasi. Bahkan dalam teks proklamasi ”darurat” tersebut nama Allah ta’aala saja tidak dicantumkan, padahal dibacakan di bulan suci Ramadhan..! Seolah kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia tidak ada kaitan dengan pertolongan Allah ta’aala…!
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ
“Sungguh akan terurai ikatan Islam simpul demi simpul. Setiap satu simpul terlepas maka manusia akan bergantung pada simpul berikutnya. Yang paling awal terurai adalah hukum dan yang paling akhir adalah sholat.” (HR Ahmad 45/134) (eramuslim)
Add comment 17 August 2008
Minyak, sekarang diisi sebentar habis
Saat ini sudah menjadi pemandangan umum di beberapa kota, antrian panjang memadati jalur kiri jalan raya dan spbu menjadi muara dari antian ini. Konon, negeri yang terkenal kaya akan minyak di era pemerintahan dulu, kini sedang dilanda kemarau minyak di tingkat konsumen. Konsumen atau lebih nyata masyarakat Indonesia harus mengantri sebeitu panjang hanya sekedar untuk mengisi tangki kendaraannya, baik itu solar maupun bensin. Dalam hal ini sudah menjadi hukum ekonomi bahwa harga minyak pun melambung selangit.
Namun, dalam perjalanan kali ini saya sempat melihat sendiri perilaku konsumer dalam memperlakukan kebutuhan ini. Seorang atau bahkan kalau dilihat lebih jeli lagi, lebih dari 20% dari pengantri minyak tersebut berperilaku aneh. Aneh saya katakan, karena beberapa menit kemudian orang yang sama dan dengan kendaraan yang sama menganti lagi. Ada apa ini?
Ternyata, minyak yang baru saja diisikan ke tangki kendaraannya, dalam waktu cepat sudah habis…lho kok bisa boros begitu? Yah, karena minyak yang didalam tangki tersebut dikeluarkan lagi dengan cara disedot menggunakan seutas selang plastik ke wadah lain, jerigen. Dalam 4 kali antri ia sudah dapat mengisi penuh 1 jerigen berkapasitas 20 liter minyak. Jarak rumahnya pun tak jauh dari tempat pengisian, tepat didepan spbu! Wow…. pantaslah pikirku, minyak sulit didapat saat ini.
Banyak diantara pengantri berperilaku demikian, bahkan sampai rela memperbesar ukuran tangki kendaraannya. Alasannya? minyak bisa lebih banyak didapat, dan berharap nanti dapat dijual kembali di kios mereka dengan harga yang lebih tinggi. Mereka, para penjual minyak di kios-kios.
Bagaimana ini bisa terjadi? Dilarang, mereka tidak menyalahi aturan main membeli minyak, tidak dihentikan masyakat konsumen minyak yang sesungguhnya tidak kebagian minyak. Apanya yang salah disini? Mungkin membuat agen khusus untuk perkiosan bisa jadi solusi, tapi itu terlihat tidak mudah.
Moral? Entahlah, aku tak kuasa menggali ke arah ini. Mana YLKI, sepertinya belum membela kepentingan konsumen. Hanya berharap ada kesadaran ditengah kesulian yang tengah mendera masyarakat konsumen hari ini.
Add comment 2 August 2008
Memburu sinyal Flexi ke Sambas
Luar biasa, mungkin itu kata yang bisa ku lontarkan. Bayangkan demi mencari informasi sebuah layanan telekomunikasi terdepan murah dan praktis aku harus menempuh perjalanan sejauh 950 km darat non stop dengan kendaraan bus selama 28 jam.
Wuiihhh…penat capek dan 6L lainnya (red:lemah letih lelah lesu letoi dan lunglai) menyatu hendak meruntuhkan tubuhku, namun semangat ingin tahu sejauh mana sinyal flexi bisa dilacak tak membuat aku patah.
Sambas, kota keraton melayu sambas adalah destinasi yang ku tuju. Katanya disana sedang dilangsungkan launching layanan flexi sekaligus buat 6 lokasi kecamatan di kabupaten sambas, berturut-turut kecamatan Sekura, Sambas, Tebas, Pemangkat, Sebangkau dan Selakau yang telah menikmati sinyal flexi sejak 31 Mei 2008 yang lalu.
Lantas, bagaimana sambutan masyarakat ? Luar biasa, Sambas menyambut dengan sangat luar biasa … 1000 terminal sudah terjual habis yang kali ini dibranding dengan nexian 288 dan nexian 333.
Sepertinya inilah cdma pilihan, setidaknya flexi sudah lebih dulu hadir di bumi tanah melayu ini dibanding cdma lainnya .
Next, kota kabupaten terakhir yang akan dilayani untuk menutup semua wilayah Kalimantan Barat adalah Kabupaten Kapuas Hulu, tempat ku mulai perjalanan yang melelahkan ini. Semoga saja.
1 comment 21 June 2008
Sistem dan Realita Kehadiran Kekinian
Pagi itu seperti biasa penulis hadir di kantor mengisi absensi online, tepat waktu. Terlihat seorang cleaning service sedang melakukan tugasnya membersihkan lantai, kaca dan meja kursi front-office. Seorang lagi karyawan security yang belum pulang dari piket malamnya, sementara beberapa menit berselang petugas loket dan karyawan lainnya juga telah hadir. Namun, seseorang karyawan non-organik yang ditunggu kehadirannya untuk mengikuti coffee-morning belum juga datang. Akhirnya kegiatan itu pun dilangsungkan tanpa kehadirannya. Sejenak penulis berpikir keras, ada apa gerangan? Masih pentingkah hadir lebih awal?
Beberapa hari kemudian, karena masih terus dipusingkan akan kata ‘kehadiran’ penulis pun mencari sumber-sumber untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi. Inilah, hasil pencariannya di internet.
Daftar hadir manual ataupun yang telah menggunakan teknologi ini ibarat senjata bagi perusahaan untuk mendisiplikan karyawannya. Kedisiplinan merupakan faktor penting untuk terciptanya SDM yang berkualitas. Sehingga biasanya perusahaan akan memberikan perhatian pada hal-hal yang bisa meningkatkan keberhasilan secara efektif dan efisien. Untuk itu, salah satu paramater yang digunakan adalah kemampuan para karyawan untuk masuk kantor pada waktunya.
1 comment 14 May 2008





