Ketiga Mereka Mencerahkan tentang Waktu
22 September 2011 at 8:58 am 2 comments
Pagi ini,…alhamdulillah, pencerahan secara tak ku duga datang 3 kali berurutan. Pertama ‘Aa Gym, kedua Pak Ketut dan ketiga Pak Robin. Ketiganya mencerahkan tentang waktu. Ya ‘waktu’, saya ulang ‘waktu’ walau waktu tak pernah akan bisa diulang, right?
‘Aa Gym sedari aku mulai berpakaian hingga aku enjoy di belakang setir untuk mengantar anakku ke sekolah dan aku ke kantor. Begitulah,…. pencerahan datang darimana saja, tentunya pasti dari Yang Maha Pencerah. ‘Aa bertausyiah tentang kecepatan dan percepatan, pada ilmu pada rezeki. Dan jelas, apa yang ia sampaikan aku rasakan sendiri. Mendengar, katanya jangan hanya sekedar mendengar, tapi lihatlah isi apa yang didengar. Artinya,..kira-kira ambillah pelajaran sebagai ilmu dalam aksi mendengar itu. Ya, aku mendengar ketika aku sedang menyetir, dan aku paham ada yang aku lihat sebagai ilmu.
Satu jam aku telah berada di kantor, Pak Robin pun hadir beberapa waktu kemudian, yang lainnya, yang lainnya dan terakhir Pak Ketut datang dengan terburu-buru, mungkin ada halangan yang membuatnya agak terlambat hari ini. Ia berucap “berpacu dengan waktu”. Aku yang spontan, menyela “Bapak, nggak berimbang dong, kayak ngajak anak TK berlomba berpacu aja..?” –> Maksudku adalah tak imbang berpacu dengan waktu, sementara waktu berjalannya konstan, tak menunggu dan tak pula mendahului. Right?
Terakhir atau yang ketiga, ini rekanku Pak Robin mengatakan bahwa apa yang aku lakukan 1 jam mungkin baru akan sebanding dengan 3 jam mereka yang berada di warnet. Mengapa? Ya, akselerasi kecepatan internet di kantor jauh lebih baik bila dibanding di warnet, padahal yang dibutuhkan (informasi dan kebutuhan media lainnya) adalah sama. Yup,…. anda right Pak Robin!
Sekali lagi,….pencerahan tentang waktu, yang tak berulang, tak menanti dan tak pula mendahului. Kita adalah hidup dalam waktu. Kita yang mengisi waktu,…terserah, waktu tak pernah menuntut apa-apa. Hehehe…..any comment?
Entry filed under: Komunikasi, Manajemen Side, Umum. Tags: 'Aa Gym, right, waktu.






1.
toroyan | 31 December 2011 at 7:45 am
Setuju banget pak,. waktu bagai anak panah yang terus melesat meninggalkan busurnya,, 20 ato 30 th tak terasa kita telah meninggalkannya. Serasa baru aja kemaren kita meninggalkannya. salam,.
2.
pakussubukitbatu | 3 January 2012 at 11:47 am
terimakasih bung toro, begitulah…kita harus prepare dengan baik perihal waktu ini