Archive for August 2nd, 2008
Minyak, sekarang diisi sebentar habis
Saat ini sudah menjadi pemandangan umum di beberapa kota, antrian panjang memadati jalur kiri jalan raya dan spbu menjadi muara dari antian ini. Konon, negeri yang terkenal kaya akan minyak di era pemerintahan dulu, kini sedang dilanda kemarau minyak di tingkat konsumen. Konsumen atau lebih nyata masyarakat Indonesia harus mengantri sebeitu panjang hanya sekedar untuk mengisi tangki kendaraannya, baik itu solar maupun bensin. Dalam hal ini sudah menjadi hukum ekonomi bahwa harga minyak pun melambung selangit.
Namun, dalam perjalanan kali ini saya sempat melihat sendiri perilaku konsumer dalam memperlakukan kebutuhan ini. Seorang atau bahkan kalau dilihat lebih jeli lagi, lebih dari 20% dari pengantri minyak tersebut berperilaku aneh. Aneh saya katakan, karena beberapa menit kemudian orang yang sama dan dengan kendaraan yang sama menganti lagi. Ada apa ini?
Ternyata, minyak yang baru saja diisikan ke tangki kendaraannya, dalam waktu cepat sudah habis…lho kok bisa boros begitu? Yah, karena minyak yang didalam tangki tersebut dikeluarkan lagi dengan cara disedot menggunakan seutas selang plastik ke wadah lain, jerigen. Dalam 4 kali antri ia sudah dapat mengisi penuh 1 jerigen berkapasitas 20 liter minyak. Jarak rumahnya pun tak jauh dari tempat pengisian, tepat didepan spbu! Wow…. pantaslah pikirku, minyak sulit didapat saat ini.
Banyak diantara pengantri berperilaku demikian, bahkan sampai rela memperbesar ukuran tangki kendaraannya. Alasannya? minyak bisa lebih banyak didapat, dan berharap nanti dapat dijual kembali di kios mereka dengan harga yang lebih tinggi. Mereka, para penjual minyak di kios-kios.
Bagaimana ini bisa terjadi? Dilarang, mereka tidak menyalahi aturan main membeli minyak, tidak dihentikan masyakat konsumen minyak yang sesungguhnya tidak kebagian minyak. Apanya yang salah disini? Mungkin membuat agen khusus untuk perkiosan bisa jadi solusi, tapi itu terlihat tidak mudah.
Moral? Entahlah, aku tak kuasa menggali ke arah ini. Mana YLKI, sepertinya belum membela kepentingan konsumen. Hanya berharap ada kesadaran ditengah kesulian yang tengah mendera masyarakat konsumen hari ini.
Add comment 2 August 2008





