Archive for 2008

Kemponan, sebuah kebiasaan atau kesalahan?

Dalam tutur bahase sambas, karrap kite dangar urang mengatekan  “oi, japai doloklah kallak kau kemponan”, jinye.
Ndak taulah ape yang dimaksudkan sebannarnye dari kate ‘kemponan’, dan yang paling umum diketahui adelah iye kate-kate yang udah ade dari gek marek, jaman nek moyang dolok. Beberape alasan yang diketahui adalah adenye balla atau marabahaye yang akan mengancam mun nddak ngikutek untuk menghindarek kemponan iye. Paling banyak biase adelah yang berkaitan dangan makanan, sehingge mun nddak dimakan di’japai’pun jadilah sehingge kite nddak kemponan. Dan makanan yang paling mengandong kemponan antarenye adelah karrak nasek, nasek pullut (pen:nasi beras ketan) dan minuman kopi.

Suah gek dolok saye suke nak nawarkan ke saudare saye bahkan paman saye yang akan berangkat kerje ke hutan ncarek kayu , “pak cik, singgah dolok minum kopi dolok yo”, kate saye nawarek minum, padahal saye tau bahwe pak cik saye dah minum kopi di rumahnye. Tapi karne pak cik saye khawater kemponan, jadi beliau singgah untuk minum atau sekedar japai  (mencelupkan ujung jarinya ke dalam gelas yang berisi kopi, dan diisap ke lidah). Lebih kuat agek mun yang ditawarkan adelah karrak nasek atau pulut,….hehehe dah jaoh pun akan balik agek. Sambel marah sikit, pak cik saye ngomong, “kau tok ade-ade ajak nak mbuat aku kemponan be”, katenye sambel ngambek sikit yang saye tawarkan. (more…)

12 November 2008 at 4:03 pm Leave a comment

Maha Suci Engkau Ya Allah

Pagi ini setelah subuh mulai meninggalkan suasana hening dan damainya masih terasa sejuk di kulit ari anginnya bertiup nikmat.
Terawang dalam kepalaku seolah bertanya-tanya masihkah esok subuh aku masih bisa berdiri menegakkan sholat sebagai upayaku mewujudkan ketaqwaan kepada Pencipta Yang Maha Sempurna dari segala pencpta dimuka bumi ini.

Bertumpuk dosa, berderet kesalahan, apatah lagi yang bisa ku bawa kehadapan-Nya kelak untuk bisa tegak menatap wajah-Nya yang penuh Kasih selama ini kubayangkan dalam kerinduan dan berharap bertemu dengan-Nya.
Kucoba menangkat kepala mengingat amalan-amalan baik yang pernah kubuat yang dengannya kuharap mampu membawaku kehadirat-Nya namun aku jatuh tersungkur karena berat dosa-dosa yang kupikul.

Allah,.. Engkaulah Yang Maha Rahman Maha Rahim,…ku pinta dan ku minta ampunan kepada-Mu, RahmatMu meliputi segala alam semesta ini, maka Ya Allah berikanlah RahmatMu kepada hambamu ini yang penuh dosa, ampunilah Ya Allah….

Jauh ku bawa anganku seandainya aku hidup dimasa Rasulullah. Yang dengannya aku bisa berpegang teguh tanpa harus khawatir dan takut untuk menegakkan risalah yang dibawanya sebagai rahmat bagi alam dan seisinya.
Namun batinku bertanya,…ketika ku tahu bagaimana sang sahabat Abu Bakar (rodiallahuanhu) begitu yakin dan percaya akan berita yang dibawa Nabi Muhammad sepulang Isra’ Mi’raj-nya. Akankah aku juga bisa percaya, padahal begitu banyak manusia pada waktu itu membantah dan mengingkarinya?
Betapa sahabat Umar ibnu Khattab menjadi benteng pertahanan, yang dengan jiwa raganya dipertaruhkan untuk keselamatan jiwa sang baginda Nabi, bagaimana aku mampu berbuat demikian sekiranya aku juga hadir dalam suasana yang sedemikian dahsyat?

Belum lagi sahabat Usman bin Affan yang dengan segala harta dan kekayaannya dijadikan sebagai jaminan dan biaya dalam setiap dakwah dan perang melawan kezaliman dan kebathilan saat itu, dimana aku memperoleh semua kekayaan itu, yang seandainya pun ada dan banyak, mungkinkah semua itu aku pertaruhkan untuk sebuah pengabdian kepada tegaknya risalah ini? Entahlah sulit rasanya, dimana segala kenikmatan dunia begitu menggiurkan untuk dibeli dan dinikmati.

Menjadi seorang yang teguh keyakinan bagai Abu Bakar, aku tiada kuasa, mustahil! Menjadi Umar, tubuhku begitu rapuh dan dengan kerapuhanku masih berani menampilkan kesombongan dan keangkuhan. Tidak juga menjadi seorang kaya seperi Usman. Ampun,…bagaimana aku bisa hidup bersama Rasulullah jika itu semua tidak bisa au perankan?

Anganku masih ku coba untuk tetap ingin hidup di masa Rasulullah,…. kulihat seorang pemuda Ali bin Abi Thalib. Sepertinya sebagai pemuda aku mampu untuk peran sebagaimana yang diperankannya. Ku baca dan ku cari apa yang perbuatnya agar aku bisa mencontoh perannya.
Subhanallah,…. aku terpental keluar, bagaimana aku mampu berperan sebagai pemuda yang penuh dengan rasa kuat menimba ilmu, bagaimana aku mampu hidup dengan penuh zuhud tanpa apa-apa, bagaimana aku mampu mengangkat pedang maju ke medan perang terdepan sementara aku masih muda belia dan penuh keinginan dan kebutuhan untuk dipuaskan?

Masya Allah,….. astaghfirullah,Ya Allah ampunilah angan ku yang tidak mau menerima takdir-Mu untuk hidup di masa ini, yang dengan ini semua Engkau curahkan segala Rahmat-Mu tak perduli aku patuh untuk beribadah kepadaMu ataupun tidak. 

Ya Allah, Maha Suci Engkau yang telah menyempurnakan risalah Nabi Muhammad SAW. Ampuni dan berikanlah aku petunjukMu untuk berpegang teguh kepada wasiat Nabi-Mu, Al-Quran dan Al-Hikmah (hadist-hadistnya).
Berikan aku kemudahan dan kefahaman hanya dari Petunjuk dan Ridho-Mu Ya Allah….

Bismillahi Allahu Akbar!

12 November 2008 at 6:06 am Leave a comment

Gerhana bulan di atas Putussibau saat subuh 17 Agustus 2008

Entah mengapa tidurku di Sabtu malam tanggal 16 Agustus 2008 yang menjadi sedikit terganggu, tidak nyenyak seperti biasanya, yang kata istriku tidur bagai orang tak bernyawa :)  Sebelum adzan subuh berkumandang aku sudah terbangun dan mengingat-ingat ada apa gerangan?
Sesaat kemudian barulah aku sadar dan ingat bahwa menurut berita di milis yang kubaca beberapa hari lalu mengatakan bahwa :…..adanya “Gerhana Bulan” pada tanggal 17 Agustus 2008 di wilayah kita (Indonesia), menurut hasil hisab haqiqi kota Surabaya; pada koordinat meridian 112°45′BT, dan 7° 15′ LS memastikan terjadi gerhana bulan sebagian pada hari Ahad Pahing dini hari, tanggal 17 Agustus 2008 M atau 16 Sya’ban 1428 H, selama antara 3 jam : 28 menit yaitu: dimulai jam 01.32’55″ WIB; Berakhir sampai pada pukul 05.00’55″ WIB.

Bergegas langsung aku menengok ke jendela, dan ‘subhanallah‘ betapa gerhana sedang terjadi. Kubangunkan istri dan anak-anakku untuk melihat sejenak pemandangan yang langka seperti ini. Bulan yang berada di tenggara Kota Putussibau terlihat bagai sabit sempurna, bukan huruf ‘C’ tapi kebalikannya. Awan yang melingkupi disekitarnya terkena cahaya putih, indah sekali. Sayang kamera yang ku miliki tak dapat mengabadikan momen ini.
Namun anak ku Ihsan, kok terlihat takut?? Hm…ternyata mitos gerhana telah tertanam dibenaknya, entah dari mana asalnya. Kupahamkan semampuku, bahwa ini hanya fenomena alam dan tidak ada kaitannya dengan kemunculan hantu, yang benar ini adalah tanda-tanda kebesaran Ilahi Robbi. Maka sudah sepatutnya kita melakukan perintah-perintahNya dan menjauhi segala bentuk laranganNya.

Tak lama berselang adzan subuh pun berkumandang menandakan kewajiban sholat telah tiba.

Pemandangan indah ini sudah tidak terlihat lagi ketika kami usai melaksanakan sholat subuh. Alhamdulillah, satu lagi nikmatNya yang tak ternilai telah kita nikmati, maka nikmat mana lagi yang harus kita pungkiri?

Berikut gambar gerhana hasil searchingku di internet yang kira-kira mirip dengan yang kami lihat subuh kemarin.

18 August 2008 at 11:35 am 4 comments

Kemerdekaan Bangsa Indonesia adalah atas berkat Rahmat Allah SWT

Putussibau, 17 Agustus 2008
Assalamu’alaikum warohmatulahi wabarokatuh,…
Jum’at 15 Agustus 2008 yang lalu khatib jamaah sholat jum’at di Masjid Darunnajah Putussibau menyampaikan beberapa hal yang saya petik point-pointnya sebagai berikut :

  • Kemerdekaan bangsa Indonesia 17 Agustus 1945 tak lain adalah atas berkat Rahmat Allah SWT,adaartinya ketika kita berjuang habis-habisnya jika tidak disandarkan kepada dzikrullah.
  • Bagaimana mensyukuri kemerdekaan?
    Konsekuen terhadap cita-cita luhur yang hanya atas berkat RahmatNya dengan melaksanakan 17 rakaat menyembah-Nya dalam sholat.
    Dan sholat juga termasuk ibadah lainnya tak lain hanyalah sebagai bentuk nyata supaya kita tetap dzikrullah, ingat akan Allah SWT.
  • Kemudian melaksanakan puasa di bulan Ramadhan yang didalamnya (17 Ramadhan) telah diturunkan kitab suci Al-Quran sebagai ‘hudallinnash’ petunjuk bagi manusia.

Selamat Hari Merdeka.
Ingat MERDEKA karena Rahmat Allah SWT,…hal ini juga disampaikan oleh Ihsan Tandjung dalam tulisan di http://www.swaramuslim.com sebagai berikut (petikan)

Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI

Oleh Ihsan Tandjung
imageTidak banyak di antara generasi muda di Indonesia yang mengetahui bahwa sebenarnya ada problem mendasar di sekitar peristiwa proklamasi Republik Indonesia. Adalah seorang tokoh sejarah bernama KH Firdaus AN yang menyingkap terjadinya pengkhianatan terhadap Islam menjelang, saat, dan setelah kemerdekaan. Menurut beliau semestinya ada sebuah koreksi sejarah yang dilakukan oleh ummat Islam. Koreksi sejarah tersebut menyangkut pembacaan teks proklamasi yang setiap tahun dibacakan dalam upacara kenegaraan.

Dalam penjelasan ensiklopedia bebas wikipedia, naskah proklamasi ditulis tahun 05 karena sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605.

Berikut isi teks proklamasi yang disusun oleh duet Soekarno-Hatta:

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

Teks tersebut merupakan hasil ketikan Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.

Proklamasi kemerdekaan itu diumumkan di rumah Bung Karno, jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada 17 Agustus 1945, hari Jum’at, bulan Ramadhan, pukul 10.00 pagi.

Kritik KH Firdaus AN terhadap teks Proklamasi di atas :

1. Teks Proklamasi seperti tersebut di atas jelas melanggar konsensus, atau kesepakatan bersama yang telah ditetapkan oleh BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 22 Juni 1945.

2. Yang ditetapkan pada 22 Juni 1945 itu ialah, bahwa teks Piagam Jakarta harus dijadikan sebagai Teks Proklamasi atau Deklarasi Kemerdekaan Indonesia.

3. Alasan atau dalih Bung Hatta seperti diceritakan dalam bukunya Sekitar Proklamasi hal. 49, bahwa pada malam tanggal 16 Agustus 1945 itu, ‘Tidak seorang di antara kami yang mempunyai teks yang resmi yang dibuat pada tanggal 22 Juni 1945, yang sekarang disebut Piagam Jakarta, ‘ tidak dapat diterima, karena telah melanggar kaidah-kaidah sejarah yang harus dijunjung tinggi. Mengapa mereka tidak mengambil teks yang resmi itu di rumah beliau di Jl. Diponegoro yang jaraknya cukup dekat, tidak sampai dua menit perjalanan? Mengapa mereka bisa ke rumah Mayjend.

Nisimura, penguasa Jepang yang telah menyerah dan menyempatkan diri untuk bicara cukup lama malam itu, tapi untuk mengambil teks Proklamasi yang resmi dan telah disiapkan sejak dua bulan sebelumnya mereka tidak mau? Sungguh tidak masuk akal jika esok pagi Proklamasi akan diumumkan, jam dua malam masih belum ada teksnya. Dan akhirnya teks itu harus dibuat terburu-buru, ditulis tangan dan penuh dengan coretan, seolah-olah Proklamasi yang amat penting bagi sejarah suatu bangsa itu dibuat terburu-buru tanpa persiapan yang matang!

4. Teks Proklamasi itu bukan hanya ditandatangani oleh 2 (dua) orang tokoh nasional (Soekarno-Hatta), tetapi harus ditanda-tangani oleh 9 (sembilan) orang tokoh seperti dicantum dalam Piagam Jakarta. Keluar dan menyimpang dari ketentuan tersebut tadi adalah manipulasi dan penyimpangan sejarah yang mestinya harus dihindari. Teks itu tidak otentik dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Deklarasi Kemerdekaan Amerika saja ditandatangani oleh lebih dari 5 (lima) orang tokoh.

5. Teks Proklamasi itu terlalu pendek, hanya terdiri dari dua alinea yang sangat ringkas dan hampa, tidak aspiratif. Ya, tidak mencerminkan aspirasi bangsa Indonesia; tidak mencerminkan cita-cita yang dianut oleh golongan terbesar bangsa ini, yakni para penganut agama Islam. Tak heran banyak pemuda yang menolak teks Proklamasi yang dipandang gegabah itu. Tak ada di dunia, teks Proklamasi atau deklarasi kemerdekaan yang tidak mencerminkan aspirasi bangsanya. Teks Proklamasi itu manipulatif dan merupakan distorsi sejarah, karena tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Dalam sejarah tak ada kata maaf, karena itu harus diluruskan kembali teks Proklamasi yang asli. Adapun teks Proklamasi yang otentik, yang telah disepakati bersama oleh BPUPKI pada 22 Juni 1945 itu sesuai dengan teks atau lafal Piagam Jakarta.

Jelasnya, teks proklamasi itu haruslah berbunyi seperti di bawah ini:

PROKLAMASI

Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan. Dan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke pintu gerbang Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka dengan ini rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Kemudian dari pada itu, untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia, yang melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan kepada ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jakarta, 22 Juni 1945

Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta, Mr. Ahmad Soebardjo, Abikusno Tjokrosujoso, A.A. Maramis, Abdul Kahar Muzakir, H. Agus Salim, KH. Wahid Hasjim, Mr. Muh Yamin.

KH Firdaus AN mengusulkan supaya dilakukan koreksi sejarah. Untuk selanjutnya, demi menghormati musyawarah BPUPKI yang telah bekerja keras mempersiapkan usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, maka semestinya pada setiap peringatan kemerdekaan RI tidak lagi dibacakan teks proklamasi ”darurat” susunan BK-Hatta. Hendaknya kembali kepada orisinalitas teks proklamasi yang otentik seperti tercantum dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945 di atas.

Benarlah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang mensinyalir bahwa dekadensi ummat terjadi secara gradual. Didahului pertama kali oleh terurainya ikatan Islam berupa simpul hukum (aspek kehidupan sosial-kenegaraan). Tanpa kecuali ini pula yang menimpa negeri ini. Semenjak sebagian founding fathers negeri ini tidak berlaku ”amanah” sejak hari pertama memproklamirkan kemerdekaan maka diikuti dengan terurainya ikatan Islam lainnya sehingga dewasa ini kita lihat begitu banyak orang bahkan terang-terangan meninggalkan kewajiban sholat. Mereka telah mencoret kata-kata ”syariat Islam” dari teks proklamasi. Bahkan dalam teks proklamasi ”darurat” tersebut nama Allah ta’aala saja tidak dicantumkan, padahal dibacakan di bulan suci Ramadhan..! Seolah kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia tidak ada kaitan dengan pertolongan Allah ta’aala…!

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ
“Sungguh akan terurai ikatan Islam simpul demi simpul. Setiap satu simpul terlepas maka manusia akan bergantung pada simpul berikutnya. Yang paling awal terurai adalah hukum dan yang paling akhir adalah sholat.” (HR Ahmad 45/134) (eramuslim)

17 August 2008 at 12:03 pm 2 comments

Minyak, sekarang diisi sebentar habis

Saat ini sudah menjadi pemandangan umum di beberapa kota, antrian panjang memadati jalur kiri jalan raya dan spbu menjadi muara dari antian ini. Konon, negeri yang terkenal kaya akan minyak di era pemerintahan dulu, kini sedang dilanda kemarau minyak di tingkat konsumen. Konsumen atau lebih nyata masyarakat Indonesia harus mengantri sebeitu panjang hanya sekedar untuk mengisi tangki kendaraannya, baik itu solar maupun bensin. Dalam hal ini sudah menjadi hukum ekonomi bahwa harga minyak pun melambung selangit.

Namun, dalam perjalanan kali ini saya sempat melihat sendiri perilaku konsumer dalam memperlakukan kebutuhan ini. Seorang atau bahkan kalau dilihat lebih jeli lagi, lebih dari 20% dari pengantri minyak tersebut berperilaku aneh. Aneh saya katakan, karena beberapa menit kemudian orang yang sama dan dengan kendaraan yang sama menganti lagi. Ada apa ini?

Ternyata, minyak yang baru saja diisikan ke tangki kendaraannya, dalam waktu cepat sudah habis…lho kok bisa boros begitu? Yah, karena minyak yang didalam tangki tersebut dikeluarkan lagi dengan cara disedot menggunakan seutas selang plastik ke wadah lain, jerigen.  Dalam 4 kali antri ia sudah dapat mengisi penuh 1 jerigen berkapasitas 20 liter minyak. Jarak rumahnya pun tak jauh dari tempat pengisian, tepat didepan spbu! Wow…. pantaslah pikirku, minyak sulit didapat saat ini.

Banyak diantara pengantri berperilaku demikian, bahkan sampai rela memperbesar ukuran tangki kendaraannya. Alasannya? minyak bisa lebih banyak didapat, dan berharap nanti dapat dijual kembali di kios mereka dengan harga yang lebih tinggi. Mereka, para penjual minyak di kios-kios.

Bagaimana ini bisa terjadi? Dilarang, mereka tidak menyalahi aturan main membeli minyak, tidak dihentikan masyakat konsumen minyak yang sesungguhnya tidak kebagian minyak. Apanya yang salah disini? Mungkin membuat agen khusus untuk perkiosan bisa jadi solusi, tapi itu terlihat tidak mudah.
Moral? Entahlah, aku tak kuasa menggali ke arah ini.  Mana YLKI, sepertinya belum membela kepentingan konsumen. Hanya berharap ada kesadaran ditengah kesulian yang tengah mendera masyarakat konsumen hari ini.

2 August 2008 at 9:54 am Leave a comment

Gas elpiji Juli naik lagi, bagaimana di daerah?

Gas Elpiji ukuran tabung 12kg menurut berita di televisi hari ini, 1 Juli 2008 naik sebesar 17% menjadi 60 ribu rupiah dari harga sebelumnya Rp 51.000,-

Istriku, kala mendengar berita ini hanya bereaksi sedikit, lho?  Ternyata gas yang sama digunakannya untuk memasak makanan kami sekeluarga selama ini ia beli jauh diatas harga kenaikan tersebut yakni Rp 130.000,- per tabung dan harga yang sedemikian sudah berlangsung sepanjang tahun ini.

Itulah kondisi di daerah perhuluan sungai Kapuas, Kota Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu, harga gas sudah lebih dulu melejit sampai lebih dari 2 kali lipat harga kenaikan per 1 Juli 2008.

Kenapa menggunakan gas? Selain mudah dan bersih, ternyata dengan tabung gas elpiji setidaknya mengurangi ketergantungan terhadap hutan, kayu maksudnya. Penggundulan hutan walaupun tidak semua untuk keperluan dapur dan lebih banyak untuk keperluan industri, lambat laun akan mempengaruhi kehidupan di alam liar hutan. Masih ingatkah anda, ketika televisi menayangkan kondisi hutan di Haiti? Jangan sampai terjadi seperti itu di tanah air ini. Cegah selagi masih banyak waktu.

Apa sih elpiji itu? Berikut Wikipedia menerangkan dalam sebuah artikelnya di http://id.wikipedia.org/wiki/Elpiji 
Elpiji, dari pelafalan singkatan bahasa Inggris; LPG (liquified petroleum gas, harafiah: “gas minyak bumi yang dicairkan”), adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana (C4H10). (more…)

1 July 2008 at 6:41 am 2 comments

Link favorite dengan gambar? kenapa tidak

Pernahkah terpikirkan oleh mu untuk membuat link favorite atau link sponsor degan menggunakan gambar? sebagaimana layaknya kamu memakai blog yang berbayar, bukan gratisan seperti blog ini. Tentu pernah bukan? tapi bagaimana caranya.

Berikut yang saya gunakan pada blog ini, namun jika kamu punya cara yang lebih mudah dan simpel, jangan lupa share ya…
Ini buat bloger yang memakai wordpress.com gratisan.. :)

Pertama, masukkan sebuah gambar pada Pustaka Media kamu. Catat URL dimana file gambar itu disimpan, misalnya : http://pakussubukitbatu.files.wordpress.com/2008/06/speedy-new.gif?w=80

Kedua, masuk ke menu Taut, dan buat sebuat tautan baru.
Berurutan kamu isikan Nama tautannya, misalnya : TELKOMSpeedy
kemudian isikan alamat web / urlnya, misalnya : http://www.telkomspeedy.com
selanjutnya buat sebuah deskripsi, misalnya : Speed That You Can Trust
kemudian kamu isikan kamu isi atau pilih bila perlu kategori, target, relasi taut.

Nah, langkah terakhir dan yang paling penting justru, karena inilah tujuan kita isikan url gambar yang tadi kamu catat pada alamat gambar pada menu Lanjut.

Selesai, dan kamu klik tombol Simpan pada kanan atas halaman web,…dan kunjungi situsmu. Wuihh…bagus bukan? Mau buat lagi? silahkan ikuti tahapan-tahapan tersebut diatas. Asyiiikkk..

30 June 2008 at 11:47 am Leave a comment

Masakan Khas Melayu Sambas, Tanak Lade

Melayu, memang identik dengan khasanah budaya yang beragam dan tradisional. Tak terkecuali soal masakannya. Sebut saja, sambal lado, bubur pedas, bubur sumsum, sayur keladi dan berbagai masakan lainnya.
Demikian pun melayu sambas- menyimpan khasanah masakan khas yang tak kalah enak dan mak nyos -meminjam kata kuliner kawakan Pak Bondan Winarno di sebuah siaran televisi nasional. Kali ini saya persembahkan masakan tanak lade.

Baiklah, ini sebenarnya masih kelanjutan dari wisata pasar beringin sebelumnya, aku dan istri membeli ikan kecil, ikan kerisi begitu biasa kami menyebutnya. Kami berencana membawa pulang dan akan membuat masakan khas tadi, yang sebenarnya sudah lama tidak kami rasakan lagi.
Apa itu tanak lade?  Tanak bisa diartikan masakan, memasak. Sedangkan lade, adalah rempah yang kita sering sebut lada. Namun untuk keperluan ini kita menggunakan lada hitam, lada yang berwarna hitam karena berasal dari lada hijau yang dikeringkan sehingga menjadi hitam.

Selanjutnya lada hitam (kira-kira segenggam) tadi dihaluskan terlebih dahulu, kemudian ditambah bumbu lain seperti bawang merah (2 siung), bawang putih (2 siung), jahe (seiris), kunyit (satu centi), lengkuas (seibu jari), garam (secukupnya) dan bumbu penyedap (secukupnya) kemudian dihaluskan lagi.
Siapkan penggorengan dan masukkan sedikit minyak goreng, setelah agak panas masukkan bumbu yang telah dihaluskan tadi sambil diaduk pelan sampai tercium bau harum, lalu masukkan sebatang serei yang telah dimemarkan dan ikan kerisi yang telah dibersihkan. Kemudian tambahkan sedikit air.  Tunggu dan sambil diaduk pelan hingga mendidih dan tercium aroma khas tanak lade.

Masakan ini enak disantap saat masih panas sebagai lauk pauk makan nasi putih pada siang atau malam hari. Masakan ini juga sering dipakai sebagai lauk bagi seorang ibu yang baru melahirkan, namun biasanya tanpa ikan hanya lada hitam dan dibuat sedemikian hingga tampak tanpa air atau kering.

Mau mencoba memasak dan mencicipi? segera ke pasar dan cari bahan-bahannya.

29 June 2008 at 6:16 pm 10 comments

Wisata Pasar Beringin Singkawang

Ketika aku pulang ke Singkawang dalam kesempatan yang sangat langka minggu yang lalu, aku bersama istriku pagi-pagi sudah berangkat ke pasar tradisional kota kelahiranku, Pasar Beringin Singkawang. Masih seperti biasa, Pasar Beringin -walau terlihat semrawut, disana-sini terlihat pedagang menggelar jualannya kurang rapi- menawarkan berbagai kebutuhan sehari-hari rumah tangga, mulai sayur mayur, bumbu-bumbu, ikan-ikan segar dari laut maupun sungai, daging, ayam potong. Bahkan di kompleks pasar ini pun ada yang menjual pakaian juga emas.

Apa yang menarik jika kita ke Pasar Beringin? Teringat aku di waktu masih kecil dahulu, masih duduk di bangku SD, jika kesini aku selalu meminta kepada ibu atau kakak yang mengajakku untuk minta dibelikan es parut. Es parut adalah batang es yang sengaja di parut menggunakan ‘parutan’ tentunya sehingga es diserut menjadi halus, kemudian dengan berbagai tambahan sebagai campuran seperti kacang hijau, kacang tanah, cincau, cendol dan agar-agar ditambah air gula sebagai pemanis. Wuiiih….nikmatnya.

Itu dulu, namun kali ini aku hanya menemukan si penjualnya saja, seorang warga etnis tionghoa yang saat ini sedang berjualan cincau kaleng susu. Wajahnya masih sangat mudah ku kenali, tak banyak berubah, bahkan terkesan awet muda, karena usianya kurasa sudah melebihi angka 60. “Tak bisa bersaing dengan es modern be pak, yo yang di muke ye?” tuturnya dengan bahasa sambas logat etnis tionghoa. Sayang sampai saat ini aku tidak tau siapa namanya. Mudah-mudahan jualan cincaunya maju ya pak.

Kembali ke Pasar Beringin, kini apa yang ada dibenak pengunjung pasar jika ke sini? Setidaknya bagiku yang sudah sangat jauh dari sini. Yang paling ku cari adalah ikan teri kering, belacan sedau, udang ebi sungai, dan ikan tongkol kering. Semua akan menjadi oleh-oleh buat dibawa pulang.
Selain itu apalagi yang menarik di sini? Jangan lupa beli tahu, yang terkenal empuk dan tidak asam. Buat orang yang ingin merasakan lauk pauk kampung, peda merah dari udang halus atau disebut juga cincalok bisa menjadi pilhan juga.

Jangan lewatkan untuk ke sisi sungai, tempat pasar ikan digelar. Lihat dan belilah ikan-ikan segar yang baru dinaikkan dari perahu motor para nelayan. Sotong, udang, tongkol, kakap merah, parang-parang, bawal, tamban, celang mate, teri basah, malong, dan ikan kecil lainnya seperti kerisi.
Disisi sungai juga ebelah pasar ikan, ada kamar daging. Daging yang segar, baru dipotong subuh tadi. Wisata pasar ini sungguh menakjubkan! Dijamin kelelahan anda karena berkeliling tak terasa akan hilang meresap saat langkah-langkah kaki dan sepasang mata anda melihat ke setiap sudut Pasar Beringin ini.

Kompleks Pasar Beringin memang tidak terlalu luas, namun jenis dagangan dan bahan kebutuhan bertumpuk ruah disini, seolah cukuplah kesini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak khayal terminal induk Singkawang yang seyogyanya menjadi terminal yang bagus, karena tidak berada dekat dengan pusat kebutuhan warga Kota Singkawang dan sekitarnya, menjadi terbengkalai, tidak digunakan.

Bagaimana dengan kondisi pasar selanjutnya? Kami hanya bisa berharap, semoga ada perhatian khusus dan campur tangan pihak pemerintahan kota untuk mengembangkan pasar ini menjadi lebih baik dan modern tanpa harus menghilangkan berbagai keunikan dan kekhasan yang sudah tertanam dibenak para pengunjung, baik lokal maupun luar sana. Ayo Pemkot Singkawang, bise khan???

29 June 2008 at 7:45 am 3 comments

Hadits Hasan

Definisi

a. Secara bahasa (etimologi)
Kata Hasan (حسن) merupakan Shifah Musyabbahah dari kata al-Husn (اْلحُسْنُ) yang bermakna al-Jamâl (الجمال): kecantikan, keindahan.

b. Secara Istilah (teriminologi)
Sedangkan secara istilah, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama hadits mengingat pretensinya berada di tengah-tengah antara Shahîh dan Dla’îf. Juga, dikarenakan sebagian mereka ada yang hanya mendefinisikan salah satu dari dua bagiannya saja.

Berikut beberapa definisi para ulama hadits dan definisi terpilih:

1. Definisi al-Khaththâby : yaitu, “setiap hadits yang diketahui jalur keluarnya, dikenal para periwayatnya, ia merupakan rotasi kebanyakan hadits dan dipakai oleh kebanyakan para ulama dan mayoritas ulama fiqih.” (Ma’âlim as-Sunan:I/11)

2. Definisi at-Turmudzy : yaitu, “setiap hadits yang diriwayatkan, pada sanadnya tidak ada periwayat yang tertuduh sebagai pendusta, hadits tersebut tidak Syâdzdz (janggal/bertentangan dengan riwayat yang kuat) dan diriwayatkan lebih dari satu jalur seperti itu. Ia-lah yang menurut kami dinamakan dengan Hadîts Hasan.” (Jâmi’ at-Turmudzy beserta Syarah-nya, [Tuhfah al-Ahwadzy], kitab al-‘Ilal di akhirnya: X/519)

3. Definisi Ibn Hajar: yaitu, “Khabar al-Ahâd yang diriwayatkan oleh seorang yang ‘adil, memiliki daya ingat (hafalan), sanadnya bersambung, tidak terdapat ‘illat dan tidak Syâdzdz, maka inilah yang dinamakan Shahîh Li Dzâtih (Shahih secara independen). Jika, daya ingat (hafalan)-nya kurang , maka ia disebut Hasan Li Dzâtih (Hasan secara independen).” (an-Nukhbah dan Syarahnya: 29)

Syaikh Dr.Mahmûd ath-Thahhân mengomentari, “Menurut saya, Seakan Hadits Hasan menurut Ibn Hajar adalah hadits Shahîh yang kurang pada daya ingat/hafalan periwayatnya. Alias kurang (mantap) daya ingat/hafalannya. Ini adalah definisi yang paling baik untuk Hasan. Sedangkan definisi al-Khaththâby banyak sekali kritikan terhadapnya, sementara yang didefinisikan at-Turmudzy hanyalah definisi salah satu dari dua bagian dari hadits Hasan, yaitu Hasan Li Ghairih (Hasan karena adanya riwayat lain yang mendukungnya). Sepatutnya beliau mendefinisikan Hasan Li Dzâtih sebab Hasan Li Ghairih pada dasarnya adalah hadits lemah (Dla’îf) yang meningkat kepada posisi Hasan karena tertolong oleh banyaknya jalur-jalur periwayatannya.”

Definisi Terpilih

Definisi ini berdasarkan apa yang disampaikan oleh Ibn Hajar dalam definisinya di atas, yaitu:
“Hadits yang bersambung sanadnya, diriwayatkan oleh periwayat yang ‘adil, yang kurang daya ingat (hafalannya), dari periwayat semisalnya hingga ke jalur terakhirnya (mata rantai terakhir), tidak terdapat kejanggalan (Syudzûdz) ataupun ‘Illat di dalamnya.”             ……..Hukum (more…)

28 June 2008 at 4:41 pm Leave a comment

Older Posts


Penulis di Blog-ku

Twitt saye…

  • Sampai saatnya tiba..saya "no comment" perihal situasi politik Republik Indonesia #NoCommentape kabar? mudah-mudahan baik ajak. 2 days ago
  • Sungguh sulitkah untuk tidak membantah pendapat orang lain? walau nyatanya itu "sama".ape kabar? mudah-mudahan baik ajak. 6 days ago
  • @are_mink assalamu'alaikum.. Mhn info yg menggunakan akun ini siapa ya?ape kabar? mudah-mudahan baik ajak. 6 days ago
  • @AhHendNers mantaps....ape kabar? mudah-mudahan baik ajak. 1 week ago
  • @UseeTVcom terimakasih useetv.comape kabar? mudah-mudahan baik ajak. 1 week ago

Tulisan Terakhir

Komentar Pengunjungku

Arsip Tulisan

Kalender

July 2014
M T W T F S S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RSS Infokom

  • Telkomsel Berangkatkan 2.400 Pemudik 24 July 2014
    Telkomsel kembali mengadakan program tahunan 'Mudik Bareng Lebaran' bagi para pelanggan setia dan pedagang pulsa. Tak kurang ada 2.400 peserta mudik yang diberangkatkan menggunakan pesawat terbang, kereta api dan bus. 
  • 'Geek to Chic', Ketika Jam Tangan Apple Ingin Bergaya 24 July 2014
    Bila produsen lain hanya memiliki satu varian desain smartwatch, Apple disebut ingin menyodorkan beberapa varian desain iWatch. Demi hal itu, Apple pun menggandeng Swatch yang merupakan produsen jam tangan ternama.
  • FotoStop: Senja di Pelupuk Mata 24 July 2014
    Tradisi di bulan Ramadan yang masih terus dilakukan adalah ngabuburit. Nah, ketimbang main petasan atau melakukan hal tidak produktif lainnya, lebih baik hunting foto dan rebut hadiah Rp 500 ribu.
  • Ini Calon Menkominfo Prediksi Indo Barometer 24 July 2014
    Pembicaraan mengenai susunan kabinet pemerintahan 2014-2019 langsung menghangat begitu KPU menetapkan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wapres terpilih. Termasuk soal siapa yang bakal menggantikan TIfatul Sembiring sebagai Menkominfo.
  • Soal Smartphone QHD Pertama, Oppo Sindir LG 24 July 2014
    Oppo meradang dan menolak klaim sepihak dari LG yang menyebut G3 sebagai smartphone Quad High Definition (QHD) pertama di dunia. Sebuah kicauan sindiran pun dilayangkan via Twitter.

Blog Stats

  • 43,903 hits

Web Hosting Gratis

Free Website Hosting

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.